Perempuan muda dengan jersey lari warna putih hitam, bertopi dan buff itu tampak asik mengarahkan HP-nya, selfie atau tepatnya tengah “live”. Melangkah, lalu berhenti, kembali mengarah-arahkan HP-nya dengan tenang, berulang, tampak santai. (Bukan sebuah aktivitas kesukaan saya, “live” di sela-sela kegiatan, tapi memangnya apa pedulinya saya terhadap dia dan dia terhadap saya.) Bukan soal kegiatan “live” itu yang ingin saya ceritakan, tapi soal ketenangan dan kesantaiannya merekam, di antara lautan pasir dan savana Bromo dengan bukit-bukit berlekuknya plus langit biru cerah, di tengah sebuah ajang perlombaan lari, sebuah race. Kami sempat bertegur sapa.

Setelah naik dan menuruni 250 anak tangga Bromo, “obstacle” terakhir sebelum menuju garis finisih Bromo Deserts jarak 25K, saya berdiri di samping pagar Pura Luhur Poten, menunggu teman yang masih tertinggal di atas. Sport-watch menunjukkan 5 jam persis sudah kami semua berlari sejak start pukul 6 pagi tadi. Balloon-gate finish dan barisan umbul-umbul berkibar di kejauhan, butuh sekitar sepuluh menit untuk mencapainya. Sekali lagi saya bertemu dengan perempuan itu, melintas, masih dengan HP di tangannya.
Saya menyapa, “Wah, kita over COT (cut off time).” Perempuan itu menjawab, “Gak papa Om, indeed ini a good run.” Tenang, tanpa penyesalan. Dia melanjutkan langkahnya mengarah ke akhir perjalanan.

Sesungguhnya, lima jam penuh suguhan keindahan dan ketakjuban alam -sejauh mata memandang, ke kiri dan ke kanan, ke atas dan ke bawah- memang tidak selayaknya dikubur hanya karena beberapa menit over-COT, hanya karena tidak mendapat medali dan kaos finisher. Tak ada yang perlu disesali dan ditangisi. “A good run” jauh lebih layak disyukuri. Murni, tanpa embel-embel apapun.

Di tenda finish, seorang panitia menyodorkan botol minum kepada saya, berucap ramah, “Tahun depan balik lagi ya Om, remed.” Saya tersenyum, mengucapkan terima kasih. Namun seketika saya menangkap keanehan dari kalimat itu. Entahlah. Karena kalaupun tahun depan saya balik lagi, saya sama sekali tidak berpikir untuk remed atau memperbaiki catatan waktu agar finish sebelum COT, lalu mendapatkan medali dan kaos finisher. Saya akan kembali tahun depan, karena keindahan alam Bromo dalam balutan “a good run”.

NH

Nicky Hogan's avatar
Posted by:Nicky Hogan

Nicky menjalani hidup limapuluh tahun, gemar berlari empatpuluh tahun, merambah alam tigapuluh tahun, bekerja di pasar modal duapuluh tahun, suka menulis sepuluh tahun. Dan inilah tulisannya.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.